Lidah Mesiu
Roda kehidupan benar-benar berputar bukan?
Pada akhirnya manusia akan menjilat ludahnya sendiri
Dia yang meminta bahkan memaksa
Menyelaraskan bahkan membandingkan
Menasehati bahkan mendikte
Tuhan memutar roda itu
Menjatuhkan raja tanpa merubuhkan istana
Ketidakadilan itu lucu dikalangan penyimak
Yang semula memaksa, menghardik, bahkan bersikeras
Nyatanya dialah yang tidak akan pernah mau dipaksa
Yang awalnya mengintimidasi, menggemakan, bersekutu
Justru dialah orang pertama yang tidak mau diintimidasi
Gonggongan sampah bersemayam di lisan
Dengan lantang memerintah tanpa titah
Mendikte tanpa hati, tanpa logika
Maka dialah yang sebenarnya tidak mau diperintah
Dengan licik menghindari dikte
Egois, tamak selalu menjadi bajunya
Hei, Tuhan tidak buta! Juga tidak pikun
Kemana lidah mu yang berbusa
Kenapa kini kelu tanpa ludah?
Bukankah kemarin lidah itu meremehkan?
Menyudutkan tanpa belas kasih
Syaraf otak menyimpan cacian
Makian hati bergemuruh mengetuk pintu langit
Diinjak limpahan kesalahan orang lain
Deraan untaian kata memacu bom waktu
Menyayat sedalam palung Mariana
Kata pemberat racikan mesiu bom itu
Makhluk rendahan tidak akan pernah tau
Kapan mesiu itu melumat habis pengampunan
Yang tersisa hanyalah isak sesal tak berujung
Puaskan lisan untuk menyudutkan
Mendzolimi pasti takkan luput
Tenang, bom itu masih memupuk mesiu
Lihat dan nikmati balasan semesta
Satu per satu kata-kata itu akan memotong lidah
Merugi, amal terdistraksi arogan
Meluluh lantahkan pahala seumur hidup
Pembalasan sesunggunya tiba
Ingat, Tuhan tidak pernah tidur
Mudah baginya memutar roda kehidupan



Komentar
Posting Komentar